A.
Sejarah
Seni Rupa Indonesia
Zaman
prasejarah juga disebut sebagai zaman sebelum ditemukannya kegiatan tulis
menulis yang digunakan untuk mencatat peristiwa – peristiwa penting dalam
peradaban manusia.
Suku
– suku bangsa di Nusantara pada zaman Prasejarah dikenal sebagai penganut
animisme dan dinamisme. Pada awalnya, bentuk
- bentuk persemayaman roh nenek moyang tersebut diwujudkan dalam bentuk
sederna seperti lingga dan menhir, yaitu tugu batu yang menjulang tinggi
berbentuk hingga (tonggak batu berbentuk silinder dengan ujung tumpul).
Dibeberapa
tempat ditemukan guratan garis – garis pada menhir yang menyerupai mata,
hidung, mulut, tangan, lengan dan kaki. Menhir menurut dugaan para ahli adalah
bersemayamnya roh-roh nenek moyang masyarakat purba.
1. Periode
Seni Rupa Hindu-Budda
Sejarah peradaban
masyarakat Nusantara kemudian dicatat semenjak datangnya agama Hindu melalui
pendirian kerajaan – kerajaan Hindu. Pendiri kerajaan – kerajaan bercorak Hindu
yang pertama berdiri di Nusantara ini diyakini berasal dari India. Mereka
adalah kerabat kerajaan yang enggan tunduk kepada Raja Ashoka pada masa dinasti
Chandragupta.
Motif ukuran, selain
menggambarkan bentuk, kadang – kadang juga berisi kisah. Antara lain kehidupan
para dewa, mitos kepahlawan,dll. Bukti sejarah peninggalannya dapat dilihat
pada relief candi Penataran (Blitar), Mendut, Prambanan,dll. relief candi
Prambanan menggambarkan cerita kijang mas jelmaan yang terkena panah Sri Rama.
Relief candi mendut mengisahkan Dewi Hartiti sewaktu mengasuh anak-anaknya.
Terlepas dari
fungsinya, sebagai media penyembahan, patung-patung, relief,dll oleh masa
kejayaan Hindu dan Budha memiliki nilai seni yang tinggi dan menjadi bahan
kajian hingga sekarang.
2. Periode
Seni Rupa Islam
Agama Islam masuk ke
Indonesia pada abad ke 14 telah membawa peradaban Arab dan Persia yang sesuai
dengan ajaran Islam. Dalam bidang seni rupa, berbagai corak seni yang dibawa
oleh penyebar Agama Islam juga mulai masuk dan mengakar dalam kehidupan
masyarakat pemeluknya. Seni kaligrafi yang pada awal perkembangannya merupakan
bagian dari seni grafis telah berkembang sebagai karya seni yang digunakan
dalam berbagai medium.
Pada seni
arsitektur,pengaruh Islam sangat jelas terlihat pada bangunan masjid dan makam
– makam para tokoh/ulama besar yang tersebar di berbagai tempat seluruh
Nusantara. Karateristik arsitektur Islam ini tampak pada bentuk – bentuk
lengkungan setengah lingkaran yang terdapat pada pintu – pintu masjid, tiang –
tiang penyangga bangunan serta kubah.
3. Periode
Seni Rupa Mutakhir Indonesia
Seni rupa mutakhir
masih menjadi bahan perbedaan/perdebatan. Hal ini disebabkan
eksistensi/keberadaan seni rupa ini masih dianggap bersifat eksperimental dan
belum mapan. Seni mutakhir ini adalah seni murni yang lebih banyak mengacu pada
konsep dan akibatnya daripada hasil karya secara keseluruhan.
Aliran Happening Art sebagai bentuk
proses aktivitas seni yang mampu melibatkan banyak orang dalam proses
perwujudannya. Ada pula yang disebut Performance Art dan Intallation Art (seni
instalasi). Seni Instalasi kerap dipahami tak lebih dari sekedar pemandangan
benda-benda yang dipajang dengan cara yang ganjil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar